Blitar Kota

Sektor Pariwisata Bergairah, PAD Kota Blitar Capai Target di Akhir 2024

Fourteen Media — Pendapatan asli daerah (PAD) Kota Blitar dari sektor pariwisata melebihi target yang diberikan pada 2024 lalu. Hal ini jadi salah satu indikasi bahwa sektor pariwisata di Bumi Bung Karno kian dilirik pelancong.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar, Edy Wasono, mengungkapkan bahwa PAD dari sektor ini mencapai Rp 2,4 miliar. Angka tersebut melampaui target tahunan senilai Rp 2,1 miliar atau mencapai 117 persen dari target.

“Dari target Rp 2,1 miliar, sudah tercapai 117 persen. Pendapatan ini berasal dari retribusi jasa usaha dan jasa umum. Jasa usaha mencakup retribusi limbah cair dan sewa tempat, sedangkan jasa umum meliputi sewa kios dan tanah pedagang kaki lima (PKL),” ungkapnya kemarin (3/1/2025).

Baca Juga  Sebagian Hewan di Kebonrojo Kota Blitar Dipindahkan ke Ecopark Joko Pangon Untuk Konservasi

Menurut dia, dari total capaian Rp 2,4 miliar, sumber pendapatan terbesar berasal dari retribusi jasa parkir dan pengunjung di kawasan Makam Bung Karno (MBK). Tingginya jumlah kunjungan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) turut menjadi salah satu faktor utama, dengan peningkatan jumlah kunjungan mencapai 30-40 persen dibandingkan hari biasa.

“Kunjungan wisatawan di kawasan pariwisata Kota Blitar dalam satu bulan rata-rata mencapai 60.000 orang, dengan perhitungan sekitar 2.000 pengunjung per hari. Jika diakumulasi selama setahun, jumlah kunjungan wisatawan diperkirakan mencapai 700.000 hingga 800.000 orang,” tandasnya.

Secara menyeluruh, total kunjungan wisatawan di Kota Blitar bahkan mencapai 1 juta orang per tahun. Pendapatan dari sektor pariwisata ini terbagi menjadi jasa umum dan jasa usaha. Jasa umum meliputi sewa kios, sewa tanah untuk PKL, dan jasa lainnya.

Baca Juga  Siap Anggarkan Rp 2,5 M untuk MBG, Ini Penjelasan Pemkab Blitar

Sementara itu, jasa usaha mencakup retribusi parkir bus, tiket masuk kawasan wisata, serta pengelolaan limbah cair. Beberapa objek wisata unggulan yang memberikan kontribusi besar adalah Istana Gebang, Sumber Udel, dan kawasan MBK.

“PAD yang sah meliputi berbagai sumber, seperti sewa di Istana Gebang, Sumber Udel, serta pengelolaan limbah cair. Dengan pencapaian ini, sektor pariwisata di Kota Blitar menunjukkan potensi besar untuk terus berkembang,” pungkasnya.

Related posts

Santri Blitar Kurang Minati Dunia Media, Ini Kata Media Pondok Jatim

Faj

Kontrak Rp 48 Juta per Tahun, Legislatif Sebut Perpanjangan Sewa Kafe Jojo di Kota Blitar Terlalu Murah

Ham

Tiap Hari Muncul 9 Janda Baru selama 2024, Ini Penjelasan PA Blitar

Faj

Leave a Comment