Blitar Kota

Masuk Musim Penghujan, 4 Warga Kota Blitar Meninggal Akibat Demam Berdarah

Fourteen Media — Memasuki musim penghujan, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Blitar menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan. Hingga awal Desember 2024, sebanyak 123 warga dilaporkan terinfeksi DBD, dengan empat orang di antaranya meninggal dunia.

Kondisi ini membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar meningkatkan kewaspadaan dan mengintensifkan upaya pencegahan.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kota Blitar, Trianang Prasetyawan, mengungkapkan, lonjakan kasus DBD sudah mulai terlihat sejak Oktober.

“Meskipun angka kematian terbilang kecil, setiap kehilangan nyawa akibat penyakit ini adalah alarm bagi kita semua untuk lebih waspada,” ujarnya, Selasa (3/12/2024).

Baca Juga  Rencana Tambah Jogging Track di Taman Plaza Museum PETA Kota Blitar Terganjal Anggaran

Dinas kini tengah mengevaluasi penyebab utama kematian akibat DBD. Hal ini dilakukan untuk memastikan upaya penanganan dan pencegahan lebih efektif.

“Kami meminta masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala-gejala awal demam berdarah, seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot, mual, serta munculnya bintik-bintik merah pada kulit,” tambahnya.

Dinkes Kota Blitar telah menyusun sejumlah langkah strategis untuk menekan penyebaran penyakit ini. Langkah-langkah tersebut meliputi:

1. Peningkatan Edukasi Masyarakat: Memberikan informasi tentang pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pencegahan DBD.
2. Fogging Fokus: Penyemprotan insektisida di kawasan yang teridentifikasi sebagai daerah rawan penyebaran.
3. Pembagian Larvasida: Memberikan bubuk pembasmi jentik nyamuk kepada warga, khususnya di lingkungan padat penduduk.
4. Pemantauan Jentik Nyamuk: Melibatkan kader kesehatan untuk memantau dan memberantas sarang nyamuk secara berkala.

Baca Juga  Kondisi Memprihatinkan Taman Kebon Rojo, Akankah Tergusur oleh Ecopark Joko Pangon?

“Kami sangat mengandalkan peran serta masyarakat dalam memutus rantai penularan. Jangan menunggu sampai gejala parah untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan,” tegasnya.

Dinkes meminta masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau rumah sakit jika mengalami gejala seperti berikut:

– Demam tinggi mendadak yang berlangsung lebih dari dua hari.
– Nyeri pada sendi dan otot.
– Mual atau muntah.
– Munculnya bintik-bintik merah pada kulit.

Related posts

Lonjakan Harga Sayur di Pasar Legi Blitar: Pedagang Keluhkan Dampak Curah Hujan dan Sepinya Pembeli

Kiw

22.273 Pelanggan Tiba di Daop 7 Madiun, Selama 3 Hari Masa Angkutan Nataru 

Faj

Libur Nataru 2024 Terminal Patria Blitar Justru Sepi, Ini Alasannya

Ham

Leave a Comment